Sejarah Singkat Yayasan
Formulir Aplikasi
 
 
PROGRAM PUNDI SIAP RAMBAH KTI

15 Maret 2004

Dalam waktu dekat Yayasan Damandiri dan Dakab berencana mengembangkan program PUNDI ke wilayah Kawasan Indonesia Timur. Sementara ini baru Propinsi Maluku dan Maluku Utara, dengan dana dialokasikan masing-masing Rp 5 milyar, yang disalurkan melalui Bank Maluku.

Dengan memanfaatkan bunga simpanan dana abadi hasil masukan dan sumbangan dari berbagai sumber donatur dan hasil usaha yang sah serta tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yayasan bersama pemerintah (Kantor Menko Kesra dan Taskin) - sesuai Keppres nomor 195 Tahun 1998 tertanggal 24 Nopember kala itu, tentang Koordinasi Pelaksanaan Operasional ketujuh yayasan (salah satunya Yayasan Dakab) - mengupayakan program pengentasan kemiskinan (taskin).
Dalam upaya taskin melalui pembangunan ekonomi mikro, koordinasi dilakukan yayasan bersama Menko Kesra dan Taskin, dan pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur sebagai pejabat koordinator daerah dengan menunjuk Bank Pemerintah Daerah (BPD) sebagai bank penyalur dana pinjaman kredit usaha ke masyarakat yang membutuhkan.
Upaya taskin tersebut sesuai dengan tujuan yayasan yang didirikan 8 Juni 1985 ini yakni mendukung langsung ataupun tidak langsung program-program mencerdaskan dan meningkatkan kesejahteraan serta mengatasi kemiskinan rakyat Indonesia dalam arti seluas-luasnya, tentunya selain mempertahankan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Seiring perkembangan jaman, perjalanan ‘kehidupan’ yayasan, termasuk enam yayasan lainnya, mengalami perubahan koordinasi. Bila sebelumnya berada di bawah koordinasi Menko Kesra dan Taskin, namun sejak Kantor Menko Kesra dan Taskin tersebut ditiadakan maka sesuai Keppres nomor 234/M Tahun 2000 koordinasinya dilimpahkan ke Wakil Presiden dengan konsentrasi program yang sama (taskin).
Secara nyata yayasan melalui tiga tahapan yang direncanakan terus menyalurkan sejumlah dana. Pada tahap pertama, tak kurang dari Rp 30 milyar telah disalurkan ke masyarakat sebagai dana pinjaman tambahan modal usaha di enam propinsi. Yakni, Jatim, Jateng, Jabar, DI Yogyakarta, Lampung dan NTT.
Sedangkan tahap kedua sejumlah Rp 22,5 milyar disalurkan dalam bentuk kredit untuk daerah Jatim, DI Aceh, Sumut, Sumsel, Sulsel, dan NTB. Sedangkan pada tahap ketiga, sebanyak Rp 5 milyar untuk masyarakat miskin di daerah Kalsel dan Sumbar.
Untuk selanjutnya, sesuai arahan Wakil Presiden agar bisa membantu pemberdayaan masyarakat dan keluarga miskin di kawasan Indonesia Timur (KTI). Melalui program pemberdayaan dan pembinaan lanjutan para keluarga pra sejahtera, keluarga sejahtera I atau keluarga miskin yang dikenal dengan Program Pembinaan Usaha Keluarga Sejahtera Mandiri (Pusaka Mandiri atau PUNDI), Yayasan Dakab bersama Yayasan Damandiri menyalurkan dana kreditnya langsung ke masyarakat dengan memanfaatkan Bank Pemerintah Daerah, Bank Perkreditan Rakyat, Lembaga Keuangan Pedesaan yang terkait dengan lembaga-lembaga bank tersebut.
Hal tersebut dibenarkan Wakil Ketua I Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono. Menurutnya, gerakan dari upaya taskin tersebut dimulai dari Jatim, Jateng, DI Yogyakarta, Bali, NTB dan telah pula sampai ke Sulsel dan dalam waktu dekat berencana mengembangkan program PUNDI ke wilayah Kawasan Indonesia Timur, sementara ini baru Propinsi Maluku dan Maluku Utara, dengan dana dialokasikan masing-masing Rp 5 milyar yang disalurkan melalui Bank Maluku.
Sehingga k edepan diharapkan dengan bimbingan dan dukungan manajemen serta pembinaan lainnya mereka mampu mengembangkan usaha mandirinya guna mendorong kemandirian diri keluarga dan masyarakat, termasuk pengembangan produksi dan pemasaran serta memperluas jangkauan dengan memanfaatkan pinjaman permodalan yang mudah, berbunga terjangkau dan manusiawi.
Maka tak pelak, melalui upaya taskin model seperti itu tepat sasaran dan tepat waktu serta menguntungkan, tapi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan keluarga miskin di daerah berkembang dan maju. HAR


---------------

untuk Melalui tiga tahap yang direncanakan, setidaknya hingga bulan April 2001, yayasan tersebut telah menyalurkan dana Rp 57,5 milyar kepada masyarakat miskin di berbagai daerah.
Secara solo maupun berduet dengan Yayasan Damandiri, Yayasan Dakab memberikan pinjaman kredit untuk tambahan modal kerja atau usaha berbunga kecil sebagai upaya membantu pemerintah dalam program taskin. Tekad membangun perekonomian masyarakat dan keluarga miskin di berbagai tempat di Indonesia itu sebagai bagian turut melaksanakan pembangunan nasional.

Komitmen membangun lewat sektor ekonomi mikro merupakan pilihan tepat. Boleh jadi upaya tersebut mengacu pada membangun ekonomi bangsa yang kuat. bukankah harus secara seksama pula memperkuat ekonomi masyarakat bawah (mikro) terlebih dulu. Kokoh dan kuatnya ekonomi mikro penting bagi kelangsungan hidup selaras dan harmonis perekonomian bangsa di tingkat internasional.
Meskipun di permukaan suhu negeri ini - terutama di ibukota Jakarta - sedikit panas dan kerap tak menentu, berdampak buruk. Pasalnya, tidak melahirkan kedamaian namun justru mendatangkan kecemasan dan kurang tenangan masyarakat. Banyak warga kota dicekam kegelisahan dan ketakutan. Begitu pula halnya parat investor manca negara. Lantas, bagaimana dengan kehidupan masyarakat di desa-desa, cemaskah mereka?
Jawabnya, tidak! Geliat pembangunan di daerah-daerah, khususnya masyarakat kecil di sektor ekonomi mikro tetap antusias dan bergairah. Pengusaha-pengusaha kecil berbagai bidang tumbuh dan berkembang secara sehat dan kompetitif. Keteguhan hati dan bijak bersikap membangun diri sendiri, keluarga, masyarakat dan daerahnya melalui usaha mandiri secara individu maupun berkelompok menjadi pilihan masyarakat pedesaan, ketimbang yang lainnya.
Adalah Yayasan Dana Abadi Karya Bakti (Dakab), satu dari tujuh yayasan hasil gagasan orang-orang berpandangan maju, yang secara terarah dan terencana menyalurkan dana pinjaman kredit berbunga rendah dan manusiawi untuk tambahan modal kerja atau usaha bagi keluarga dan masyarakat miskin pemilik usaha yang telah berjalan di berbagai daerah di Indonesia.


     
  >> Yayasan Dakab melalui HKTI Bantu Petani Rp 1 Miliar
  >> Mereka Butuh Beasiswa SUPERSEMAR
  >> Yayasan Damandiri Kucurkan Kredit Taskin Rp. 3,5 miliar

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra
design by
Visionnet
Update by Suwandi Yesaya (suwandiy@vision.net.id) 25 Sept 2003